Seharusnya sesaat lagi aku harus bergeas
pergi ke negeri di mana Surya dipuja.
Saat ini aku masih berbaring,
mulat-mulet di pembaringan.
Mataku masih berkaca-kaca,
aku masih terus menguap sesekali.

Aku selalu tahu
kasih Ibu lebih hangat dari Surya,
selalu istimewa buatku.

Tapi sekarang aku masih mengantuk,
biarkan aku tidur lagi sebentar lagi di pangkuanmu
sebelum aku berangkat menerjang angin beku di sana.

Kalaupun sinarmu pudar saat kukembali,
kalaupun aku lupa bagaimana terikmu,
aku akan masih selalu ingat hangatnmu.