Lanjutan dari Pacar Sepeda.

Setelah aku merenung kembali tentang hubunganku sama sepeda, ada beberapa poin yang aku ingin tambahkan tentang pacar sepeda. Pikiran ini muncul setelah ada teman yang minta rekomendasi sepeda, aku tunjukkan dia ke sepeda hybrid-touring keluaran salah satu pabrik sepeda swadesi. 🙂

7. Boleh punya banyak sekaligus
Alasannya beragam: mulai ganti sepeda tiap pasaran/tanggal, beda peruntukan jalan dan jarak tempuh, atau menuruti suasana hati saat itu.

Aku gak yakin ada perempuan (atau laki-laki) yang membolehkan pasangannya memiliki pasangan lain, kecuali dengan alasan yang teramat dalam (atau ketidakpedulian, hehehe). Sementara kita bisa tukar-tukar sepeda sesuka hati (asal jangan nyuri punya orang aja!)

8. Boleh pinjam punya teman
Asal ga dipake jatuh dan bawanya swift pasti dibolehin, deh. Coba kalau kita pinjam pacar orang pasti digebukin.

9. Boleh coba dan terawang dulu
If you know what I mean, hehehe. Kita bisa coba sepeda di dealer sebelum kita beli. Spesifikasi sepeda bisa kita terawang lewat spec-sheet atau lihat langsung di showroom.

Sama sepeda enak, tho?

Dulu aku sering memanggilkan dia dengan sebutan
“adik anaknya calon besan ibuku”,

sekarang aku ingin memanggilkannya dengan sebutan
“anaknya calon mantan calon mertua”.

Nah, sama ruwetnya, to?

Belakangan ini aku sering lihat pengerjaan instalasi fiber optiknya BizNet dari Bundaran Pesawat Soekarno-Hatta sampai ke kampus (rute sehari-hari, sih). Di kampus juga banyak shield bergeletakan di beberapa titik, salah satunya di parkiran Gedung Kuliah Bersama.

Pertanyaannya: BizNet, kamu mau bikin apa? Apa IPv6 bakal jelas jalannya begitu jaringan baru ini terpasang?
–padahal udah seneng banget kemarin IPv6 dari RisTIe Elektro udah bisa, sekarang kok mati lagi