Kalau komputer berada pada kondisi G2 (atau S5), komputer bisa dinyalakan dengan mengirimkan paket tertentu ke NIC-nya dengan bentuk tertentu. Nah, mekanisme ini dinamakan ‘wakeonlan’.

Iseng-iseng aku bikin skrip sendiri yang cuma pakai netcat, xxd, sama bash. Isi standar paket wakeonlan adalah 0xFF 8 kali, diikuti MAC address (6-byte) diulang 16 kali.

wol.sh
#!/usr/bin/bash
# then you figure out that I am employing Slackware, no?

ADDR=`echo $1 | sed "s/://g"`
echo FFFFFFFFFFFF > /tmp/wol
for i in `seq 1 16`; do echo $ADDR >> /tmp/wol; done
xxd -r -p /tmp/wol /tmp/packet

echo Sending wakeonlan packet to $2 \($1\)
nc $2 7 < /tmp/packet
nc $2 9 < /tmp/packet

rm /tmp/wol /tmp/packet

Cara pakainya sih tinggal:
wol.sh MAC-address ipv4
—ipv4-nya mending di-broadcast address aja, deh.

Materi ini tentang pemrograman ber-GUI dengan Qt yang jadi salah satu isi training Pelatihan Ketrampilan Komputer di Laboratorium Informatika dan Komputer Teknik Elektro semester kemarin.


Qt adalah framework pemrograman berorientasi objek yang ber-GUI (ga pakai gui sih oke-oke aja sebetulnya) yang cross-platform, pendekatannya: mudah dan jelas. Intinya harus disiplin dan efesien dalam desain dan implementasi class-nya. Qt menggunakan bahasa C++ (pakai compiler g++ atau Visual C++) dengan binding berbagai bahasa: Java, perl, Ruby, dan segala macam (tapi dengan paket software terpisah).

Anyway, enjoy!
Link materinya di sini.
Source code yang terlibat di sini.

Terima kasih,

Wijayakusuma,
Pancanaka, Nenggala, Narataka,
tak lupa Candrasa, Punggawa, Wijayadanu, Candhabirawa, Cakra, Pasopati, Gunawijaya.
Lalu di mana Nakula dan Sadewa?

Buat Dasamuka, aku masih ingat kamu–kamu sejatinya tidak jahat.
Semoga Gatotkaca akan dapat segera lahir, walau aku tahu itu tidak semudah membalik telapak tangan.

Tanpa memihak–protagonis atau antagonis–kami menghaturkan banyak terima kasih.
Tangisku di penghujung perjuangan ini nanti, ada bulir air mata yang jatuh karena kalian juga.

Halaan kalian akan selalu kami ingat.
Doakan kami selamat mengarungi dunia esok.

Eh, apa itu Raigeki? DUE-like?

Ceritanya server NFS di dalam Lab Informatika dan Komputer Elektro (tempatku nebeng anime) ga mau nyala, padahal masih ter-mount di komputerku di Gedung Himpunan Elektro. Di umount ga mau tuh mountpoint-nya 🙁

Solusinya:
umount -lf /anime
# mountpoint-nya nama /anime

—paranoid banget, udah ‘lazy’ tambah ‘force’