Nah, bahasannya kali ini tentang checksum: metode yang digunakan untuk mengambil sebuah “identitas” dari sebuah unit data.

Yang pertama dibahas CRC, algoritma ini menggunakan operasi XOR secara siklis terhadap masing-masing bit dari data dengan kunci tertentu. Karena kesederhanaannya, metode CRC bahkan jamak diterapkan di perangkat keras.

Selanjutnya MD5, fungsi hash ini sudar tersohor, deh! Banyak dipakai di mana-mana. Mulai dari hash buat simpan password, hash buat mencatat bahwa file tidak berubah setelah download, hash buat tulis puisi cinta (nah, masa ada?).

Anyway, makalahnya di sini.

Makalah ini buat kuliah Keamanan dan Integritas Data. Isinya tentang klasifikasi algoritma enkripsi.

Sederhananya, algoritma enkripsi dibagi jadi 2: simetris (proses enkripsi dan dekripsi menggunakan kunci yang sama), asimetris (proses enkripsi dan dekripsi menggunakan kunci yang berbeda).

Algoritma enkripsi simetris ya itu-itu aja caranya (sok pinter mode=on, hehe) karena kunci untuk enkripsi dan dekripsi sama. Sementara algoritma enkripsi asimteris dibagi jadi 3:
– dienkripsi dengan kunci publik lalu didekripsi dengan kunci privat,
– dienkripsi dengan kunci privat lalu didekripsi dengan kunci publik,
– dienkripsi dengan gabungan kunci publik dan privat dari dua pihak berbeda; lalu didekripsi dengan gabungan kunci komplemennya.

Makalahnya bisa disimak di sini.

Buat kuliah Keamanan dan Integritas Data, aku bikin algoritma enkripsi klasik. Dasarnya dari Julian chiper dengan dua pool dan dua variasi “gerakan” key berdasarkan jumlah genap/ganjil dua byte yang akan diubah. Singkat cerita kurang lebih begitu, lah.

Makalahnya bisa dibaca di sini.

Long story short, fileserver di lab ga bisa diakses dari segmen di luarnya, tapi tetap bisa diakses oleh komputer dari segmen jaringan yang sama, entah mengapa–aku masih bisa akses komputer lainnya yang juga di lab (di segmen jaringan yang sama dengan fileserver itu).

Solusinya agar bisa akses fileservernya:
ssh -L localhost:3434:172.20.9.212:80 asisten@172.20.9.137
172.20.9.212 adalah IP komputer server, 172.20.9.137 adalah komputer lain yang juga di lab. Nanti kita bakal dikasih shell ssh biasa dari komputer 137, tapi tunnel ssh sudah terbentuk antara komputerku (172.20.8.*) dengan 172.20.9.137–>172.20.9.212:80

Hasilnya, aku bisa akses fileserver dengan http://localhost:3434

___
PS: segalanya bakal lebih nyaman kalau IPv6 di UB udah jelas implementasinya,