Nah, menanggapi post sebelumnya yang berkaitan keharusan saya berjibaku dengan Java, saya jadi pengen membanding(-bandingkan) Java dan Qt yang notabene lebih lama saya bermain di dalamnya. Semua tentunya jalan di atas Linux (Zenwalk 6.4 yang belum kesampaian upgrade ke 7.0), Java pakai IDE Netbeans 6.9.1 di JDK 6u24 dan Qt pakai Qt Creator 2.0.1 di Qt 4.7.





“Hello, World” pakai GUI di Java.





“Hello, World” pakai GUI di Qt.




Nah, kan waktu kuliah juga dibebani tugas semacam form untuk memasukkan nama, NIM, dan kelompok, ada button “OK” dan “Cancel”.

Begini kalau bikinnya di Java, untuk JLabel dan JTextField dimasukkan dalam GridLayout, yang bawahnya (bagian JButton) pakai BoxLayout.





Yang ini bikin di Qt, lebih simple pakai QHBoxLayout sama QVBoxLayout aja.


Kalau butuh kodenya silahkan diculik dari sini:
Hello World (Java),
Hello World (Qt),
Form (Java),
Form (Qt).


Aku sih dikasih apa aja mau, tapi menurutku Qt lebih cute (namanya aja udah begitu. hehe).

Kalau kita bicara talent search di Indonesia, rasa-rasanya ga jauh-jauh dari menyanyi, menari, reality show, sulap, atraksi dan semacamnya. Nampaknya kita harus lebih banyak bercermin, media publikasi untuk talent tidak seharusnya terus-terusan berkutat di dunia entertainment. Kick Andy! dan BLACK Innovation Awards yang jadi pelopor acara yang berbau inovasi sih bagus, tapi menurutku bukan macam talent search.


Intel STS, adalah cara yang diadakan tahunan, bergelut di bidang sains di mana anak usia SMA (16-19 tahun) mempresentasikan riset yang berkaitan dengan sains. Tentunya karena sponsornya Intel, hadiahnya ga main-main.
And here’s the list of 2011’s edition: Intel STS 2011 winners.
Evan Oโ€™Dorney (17), #1. Dia melakukan riset dua algoritma untuk menentukan akar kuadrat (yang aku masih bingung itu bagaimana); hayoo, anak Ilmu Komputer ga malu sama anak 17 tahun?
Michelle Hackman (17), #2, Penelitiannya bertema ketergantungan remaja (putri) dan telepon seluler. Nah, lo?!
Matthew Miller (18), #3. Perancangan desain baling-baling turbin Pembangkit Listrik Tenaga Angin. Kali ini yang kena “apa gak malu” anak Mesin, ya?
Jenny Liu (18), #9 (cakep pula!). Penelitiannya tentang interaksi robot dan manusia yang lebih manusiawi (macam yang populer di Jepang begitu). Walau aku bukan penggiat Robotika, yet I’ve to admit it’s quite advanced robotics engineering done by teenanger.

Kalau aku? Kamu? ๐Ÿ™‚

Baru-baru ini di lingkungan Teknik Elektro, di depan ruangan kuliah ada poster yang ditempel, isinya himbauan agar mahasiswa tidak berisik saat menunggu dosen (yang terkadang datang telat).

Keep Silence
Ini poster (atau apalah disebutnya) yang ditempel di depan ruangan-ruangan kuliah.

Nah, aku jadi miris kalau begini. Yang pertama: kenapa grammar-nya kurang cocok, dalam konteks ini bukannya “Keep Silent” lebih sesuai? Yang kedua: kenapa harus menggunakan bahasa Inggris yang terkesan setengah hati, apa yang kurang dengan bahasa Indonesia?

Yah, semoga (menunggu) kuliah lebih tertib setelah ini. ๐Ÿ˜€

Nah, saya yang selama ini mainnya cuma di C dan C++ (dan itu juga belum pinter-pinter), sedikit Perl dan shell-scripting, dan ingin segera merambah Python, semester ini saya harus berjibaku dengan Java.

Kuliah hari ini isinya bikin aplikasi CUI (character user interface) “Hello World” di Windows, di akhir kuliah ditekankan segera dicoba sendiri. Kalau aku sih gengsi kalau ga coba di Linux ๐Ÿ™‚

Setelah download JDK buat Linux dan baca sedikit tutorial.

Kodenya sederhana, disimpan jadi file Hello.java
public class Hello {
public static void main(String[] args) {
System.out.println("Hello, World");
}
}

Compile:
$ javac Hello.java

Nah, waktu jalankan ini beda. Kalau waktu kuliah tadi bakal muncul file executable dengan nama Hello tanpa ekstensi apapun (dengan langkah kompilasi yang sama persis), di Linux malah keluar file class Hello.class. Eh, ternyata cara jalankannya cukup:
$ java Hello

Sakti!!! File Hello itu memangnya ada di mana? JVM emang sakti.

Hasilnya seperti ini:

Kesimpulan pribadiku: ( Liyan && Java ) == unyu-unyu
_____
NB: saya ga punya akun twitter (bahkan facebook)