Script yang kali ini dipakai buat mencari file-file dengan ekstensi tertentu lalu memindahkannya ke tempat tertentu.

Awal ceritanya begini: setelah direktori HDD salah di satu komputer aku hapus secara ceroboh kemudian di-recover dengan TestDisk, file-file dilempar di direktori-direktori yang aku-ga-tahu-apa-di-mana. Agar lebih mudah dicari, file-file diklasifikasikan menurut jenisnya, eg: video (mkv, mpg, mp4, flv, avi), audio (mp3, asf), dokumen (pdf, doc) dan teman-temannya.

Seumpama kita mau cari file dengan ekstensi mkv dari parent directory direktori-awal, yang sering bergelut dengan terminal pasti familiar, kira-kira begini:
find direktori-awal -iname *.mkv

Ditambah sendikit agar tiap file yang berekstensi mkv dipindah ke tempat-video:
mv -v `find direktori-awal -iname *.mkv` tempat-video

_______
Sebenarnya pengen post ini kemarin, tapi ga tahu kenapa lelah banget. Halah, it won’t really matter anyway.

Kali ini shell script yang dipakai batch-download. Kalau ada yang tanya apa itu batch-download:
batch: deretan eksesuki perintah di komputer yang jalan sendiri tanpa disuruh lagi
download: mengunduh file tertentu (dengan protokol tertentu) dari komputer lain
Gabungin sendiri, yak!

Aplikasinya buat download komik yang ga bisa di-mirror. Eg: aku suka komik Over Drive, chapter 40 ada 21 halaman:
http://9.p.s.mfcdn.net/store/manga/715/06-040.0/compressed/iwow_scans_overdrive_ch40_001.jpg

http://9.p.s.mfcdn.net/store/manga/715/06-040.0/compressed/iwow_scans_overdrive_ch40_021.jpg.
Kendalanya kalau kita buka indeksnya bakal dikasih 404, kesimpulannya direktori komiknya ga bisa di-mirror.

Mari kita cermati linknya dulu:
http://9.p.s.mfcdn.net/store/manga/715/06-040.0/compressed/iwow_scans_overdrive_ch40_021.jpg
token yang bertrubah:
– angka sebelum “.p.s, kayanya itu nomer server yang handle, jadi sepertinya bisa berubah dinamis
– tiga angka di belakang, berubah dari “001” sampai “021”, itu sepertinya nomor halaman.

Langsung aja:
for i in `seq -w 1 021`; do wget http://9.p.s.mfcdn.net/store/manga/715/06-040.0/compressed/iwow_scans_overdrive_ch40_$i.jpg; done
Maksdunya, buat variabel “i” dari “001” sampai “021”, download (pakai wget) file dengan nama tertentu (yang di bagian belakanya dimanipulasi dengan variable “i”)

Semoga berguna, deh!
_______
PS: target lain yang lebih seru daripada komik scanlation adalah photobook model dari Jepang 😀

Kali ini aku merasa GRUB menang dari LILO. Ya, jawabannya memang sederhana: LILO lebih sederhana jadi lebih gegas dan mudah, sementara GRUB lebih kompleks (konfigurasinya aja udah sedikit kaya baca kode fungsi program C)

Masalah yang kutemui dengan LILO:
Aku tukar-cabut HDD (PATA) di komputer, padahal saat instalasi HDD primer adalah HDD lain (SATA). Karena parameter yang statis buat bootloader, HDD primer itu yang PATA, yang sekunder SATA, jadi bootloader bisa ambil kernel, tapi userlandnya salah 🙁 Terus panik, dah!
bahasaku di paragraf atas panik juga, ya?

Menurutku ada beberapa solusi yang feasible buat memperjuangkan LILO:
– taruh image kernel (dan initrd jika perlu) di partisi lain (eg: kernel yang boot HDD SATA aku taruh juga di HDD PATA),
– boot dari device yang ga berkaitan sama sekali dengan dua HDD itu (eg: UFD). Toh kernelnya harus ditaruh situ semua,
compile kernel yang pinteran, ie: bisa dipake Slackware, Arch, sekaligus Fedora (opo tumon?),
– salin semua isi HDD PATA, jual tuh HDD, beli HDD SATA yang baru.
Tapi dari beberapa alternatif di atas rasanya semua kurang kerjaan banget (2 terakhir khususnya).

Solusinya: GRUB. GRUB lebih pintar baca informasi-informasi dari tiap HDD, jadi dia lebih konsisten. Apalagi dibantu sama grub-install, grub-mkconfig, dan teman-temannya; pasang bootloader jadi kerasa ajaib. 😀

Tapi untuk bebapa kondisi, eg: di laptop(ku), LILO skenario yang paling cocok buatku karena HDD ga bakal dicampur aduk dan LILO lebih sederhana.
_______
PS: A780-ku masih pakai gen-blob tercinta

Komputer yang jadi tanggung jawabku di lab kena virus, maklum Windows-nya jarang disentuh, paling cuma dipakai main DotA dan ga pasang anti virus juga. Sekalinya kena sergapan jadi begini. 🙁

Pengacaunya si W32/Zhelatin.gen!eml, ga tahu juga sih kalau ada yang lain. Penanggulangannya (sementara) adalah menghapus file-file *.eml yang dia bikin.

Tinggal masuk Slekiweri:
for i in `find . -name *.eml*`; do rm -vr $i; done

Consider it done! (tapi paling explorer.exe dan temen-temennya harus diganti yang baru 😀 Lha, wong firefox aja tepar)