Waktu aku beli ke pasar untuk beli timun, aku mendengar reklame pedagang mainan yang sebetulnya biasa saja, tapi kali ini adalah versi enchanched dari yang biasa kita dengar.

Reklamenya begini:
(waktu itu bapak penjual menawarkan kembang api)
Sayang anak… sayang anak..
sayang anak… sayang adik…
ra nduwe anak… gawe dhisik.

LOL! Entah kenapa orang Jawa selalu punya selera humor, walaupun itu menyangkut seks yang beberapa orang nilai candaan seperti ini gross. Setidaknya orang-orang di sekitar pedangang tersebut tertawa (atau sekadar tersenyum), begitu juga saya.

Kasus multi-boot yang ini sempat jadi masalah di lab untuk beberapa hari, kira-kira 2 pekan gara-gara ditinggal juga.

Langsung ke jawabnya:
menuentry "OpenBSD 4.7" {
set root=(hd1,3,a)
boot OpenBSD.bin
chainloader +1
}

OpenBSD.bin di atas adalah PBR (Partition Boot Record) dari openBSD 4.7 sendiri.
bisa diambil dengan # dd if=/dev/rsd0a of=openbsd.pbr bs=512 count=1
waktu boot openBSD. Penjelasan di sini

Jangan lupa set root partition yang bener.

Kadang kita benar-benar kurang peduli terhadap hal yang sehari-hari terjadi di sekitar kita, dengan dalih kita masih sibuk dengan kepentingan kita masing-masing. Padahal hidup mungkin bisa lebih “baik” jika kita lebih “sibuk”, juga dengan kepentingan orang lain.

Tadi malam (7/8) saat saya keluar bersama keluarga, di tengah perkampungan tampak seorang penjual bakso, bukan pemandangan yang spesial dilihat memang, tapi seketika botol kecap jatuh dari gerobaknya, padahal tidak ada polisi tidur atau hal lain tampak, yang menggoncang gerobaknya sehingga botol kecap tersebut jatuh.

Walaupun botol dan kecap di dalamnya tidak bakal berharga lebih dari 20 ribu rupiah (sebelum menjadi 20 rupiah setelah rencana denominasi terealisasi ./hehe ), aku yakin semua orang akan berpikir “kasihan” (jika tidak berarti Anda kurang sensitif). Lalu apa yang seharusnya aku lakukan?

Lalu pelajaran apa yang kita dapat?
Pakai kemasan yang tidak pecah saat terjatuh, bukan botol kaca yang sama dengan botol minuman keras racikan lokal (beberapa kecap dan saus difermentasi di pabrik yang sama dengan minuman keras merk lokal)

// ditemani Brutal Truth, album “Evolution through Revolution” saat menulis empat paragraf kacau di atas.