6 hari ke belakang bisa dibilang istimewa buat saya, di samping telah membuat kecepatan jari saya mengetik menurun (karena lama ga pegang [i]keyboard[/i], pengalaman tidur bareng di mobil (dan penginapan) membuat saya lebih akrab dengan teman-teman, [i]then, so what?[/i]

[i]Let us begin the story.[/i]

Hari pertama pemberangkatan, kami dilepas oleh Pak Rudy, Pak Azis, dan malamnya oleh Pak Ary (yang secara tidak sengaja disebut Pai sebagai “Om”)

Hari kedua, nothing really special I suppose. Hanya berkunjung ke UGM untuk pemberangkatan dan saya makan 6 kali hari itu (3 kali sebelum shalat Jumat) dan kami berempat (coba tebak siapa?) tertidur bersama di masjid Muhammadiyah yang terkenal khotbahnya lama.

Hari ketiga, the fun begins, test-test pada payload yang kami bikin, diselangi dengan anxiety karena motor yang terbakar (ini kemungkinan besar salah saya karena terlalu banyak memeberi pelumas [flammable] pada motor), just in time Mas Ginanjar dan Mas Yudis bisa mendapatkan fuse dan hair-dryer (yang motornya dikanibal), but why didn’t we plug the damn fuse anyway?. sehingga kami kehilangan satu poin utama pada satu test. Sorenya kami bersama memperbaiki kesalahan yang membuat sebal tersebut.

Hari keempat, roket meluncur! Peluncuran-peluncuran awal banyak peluncuran yang kurang optimal, kami yang meluncur di giliran pertengahan awalnya puas dengan hasil yang didapat, tapi setelah melihat peluncuran di bagian akhir lebih baik, at certain point we couldn’t afford the full spirited team

Hari kelima, it’s got us down, presentasi yang kurang mengena di hati, pengumuman bahwa kami tidak mendapat predikat juara (noh, bahasanya jadi berbelit-belit)

Hari ke-enam, UAS saya Sistem Operasi smooth and soft, tapi Medan Elektrik…

Yap, pelajaran buat periode depan agar lebih baik.

nb:
Beberapa poin yang out of topic tapi tetep menarik:
– di Bantul, kebanyakan warung menjual: soto, bakso, soto-bakso, mie ayam (dan mungkin hanya itu pilihan kami njajan),
– warga Bantul nampaknya kurang rajin menguras bak kamar mandi (di Masjid, tempat wudhunya begitu bersih tapi beberapa kerak sudah menempel di bak kamar mandi),
– kami memasang syal Arema di spion kiri mobil (hampir) di sepanjang perjalanan,
– fakta lainnya yang susah diingat sekarang tapi ga terlupa

maaf buat Mas Andrian dan Pai yang sandalnya aku lupakan, padahal sudah dipercayakan sama aku.